Thursday, August 21, 2008

Jari Manis Peneropong Segalanya


Bagi wanita yang memiliki jari manis lebih panjang ada baiknya mulai berhati-hati, pasalnya penelitian terbaru menyebutkan wanita dengan ukuran jari manis lebih panjang dari jari telunjuknya rentan mengalami gangguan radang sendi (arthritis).

Pada umumnya jari telunjuk dan jari manis pada wanita memiliki panjang yang sama, sementara pada pria jari manis cenderung lebih panjang dari jari telunjuknya.

Ilmuwan mendapati wanita yang memiliki jari manis lebih panjang beresiko ganda mengidap osteoarthritis (penyakit degeneratif pada persendian), dibanding mereka yang memiliki jari berukuran standar.

"Wanita yang memiliki jari manis dengan pola pria atau jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk beresiko menderita osteoathritis pada lutut. Mekanisme dasarnya belum jelas dan masih dibutuhkan penelitian lebih jauh tentang hal ini," jelas Professor Michael Doherty, ketua penelitian, seperti dikutip dari Dailymail.co.uk, Jumat (04/01/08).

Untuk riset ini, para peneliti dari Universitas Nottingham menganalisa jemari tangan 2 ribu penderita radang sendi dan seribu orang tanpa gangguan arthritis di usia ke-60.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Arthritis & Rheumatism ini menggunakan bantuan sinar X pada kedua tangan responden dan mengukur panjangnya jari menggunakan tiga metode yang meliputi perbandingan jarak pangkal di antara dua jari, mengukur rasio dari pangkal sampai ujung jari, dan mengukur rasio panjang tulang jari manis dan telunjuk.

Faktor-faktor lain juga dilibatkan dalam riset ini, seperti kurangnya berolah raga atau kemungkinan cedera yang pernah dialami responden.

Dan hasilnya mayoritas penderita arthritis dijumpai pada wanita yang memiliki jari manis lebih panjang.

Studi perbandingan dua jari (jari manis dan jari telunjuk) dan radang sendi ini baru pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya penelitian tentang perbedaan panjang jari telunjuk dan jari manis terhadap tingkat kecerdasan pernah dilakukan pada awal 2007 lalu.

Meski belum bisa menemukan penyebab pastinya, namun ilmuwan yakin faktor genetik juga turut berperan. Sementara yang lainnya mengkaitkan hubungan hormon testosteron dalam kandungan.

Teori ini didasarkan pada kenyataan tingkat testosteron dan estrogen yang berbeda-beda pada setiap ibu hamil, dan tentu saja juga berbeda pada tingkat pertumbuhan otak dan pertumbuhan jari bayi yang dikandung.

Sebelumnya ilmuwan dari University of Liverpool menyatakan hubungan panjang jari-jari manusia dengan kepribadian manusia. Mereka menemukan tendensi depresi dan homoseksual pada pria yang memiliki jari telunjuk lebih pendek dari jari manis, dan hal yang sama juga berlaku juga pada perempuan yang memiliki jari manis lebih panjang.

Sementara itu, sebuah studi di Kanada pada 2005 lalu menemukan jari telunjuk yang lebih pendek menunjukkan tingkat agresif pada anak-anak.

Dan tahun lalu, para psikolog dari Bath University mengukur tingkat kecerdasan anak-anak dilihat dari panjang jari mereka. Mereka yang memiliki jari manis lebih panjang dari jari telunjuk cenderung memiliki kemampuan berhitung lebih tinggi dibanding kemampuan verbal dan bahasa. Sebaliknya, anak yang jari telunjuknya lebih panjang memiliki kemampuan verbal dan membaca yang lebih baik. (dailymail/rit)

From : kapanlagi.com

No comments: