Monday, February 23, 2009

Wajah lebih kencang dengan permen karet


TERNYATA hobi mengunyah permen karet bukannya tak bermanfaat lho. Aktivitas mengunyah meningkatkan sirkulasi darah sehingga oksigen yang dikirim ke otak semakin banyak, pikiran jadi lebih segar, dan konsentrasi makin menguat.

Selain itu, pergerakan rahang saat mengunyah permen karet dapat menstimulasi otot wajah yang efeknya membuat kulit wajah menjadi lebih kencang. Yang pasti, mengunyah permen karet memberikan rasa rileks, mengurangi stres, dan mengatasi kejenuhan. Itu baru sedikit manfaat yang diperoleh dengan mengunyah permen karet. Sederet manfaat lainnya adalah:

Memulihkan saluran cerna pascaoperasi. Sebuah penelitian yang melibatkan 158 pasien yang dilakukan Rumah Sakit St Mary, London, menyebutkan, mereka yang mengunyah permen karet setelah menjalani operasi usus, fungsi saluran cernanya lebih cepat kembali normal. Dalam uji klinis, sekelompok pasien yang mengunyah permen karet 5-45 menit tiga kali sehari seusai operasi dibandingkan dengan pasien yang tidak mengunyah permen karet. Hasilnya, pasien yang mengunyah permen karet akan mengeluarkan gas atau buang angin rata-rata 0,66 kali dibandingkan yang tidak mengunyah sekitar 1,10 kali gas. Seperti diketahui, normalnya fungsi saluran cerna pascaoperasi ditandai dengan buang angin. Dengan kata lain, mereka yang mengunyah permen karet lebih cepat sembuh dan tak perlu berlama-lama tinggal di RS.

Membersihkan kotoran gigi. Mengunyah permen karet secara teratur dapat membantu mengangkat dan membersihkan kotoran yang tersisa di gigi. Mengunyah permen karet bebas gula juga dapat melindungi gigi dari kerusakan. Selain itu, mengunyah permen karet dapat menggantikan kegiatan menggosok gigi setelah makan karena saat mengunyah permen karet mulut akan menghasilkan air liur yang dapat menetralkan asam dan mencegah pengeroposan gigi di atas 40%.

Mengurangi kantuk. Aktivitas mengunyah akan melancarkan sirkulasi darah ke otak sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kinerja yang berkaitan dengan konsentrasi, kewaspadaan, dan perhatian. Jadi, ketika Anda mengemudi dan merasa mengantuk, kunyahlah permen karet karena bisa mengurangi rasa kantuk sekaligus meningkatkan konsentrasi.

Meningkatkan daya ingat. Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan di University of Northumbria dan Cognitive Research Unit (Reading) di Inggris, kemampuan untuk mengingat kata-kata dapat ditingkatkan sampai 35 persen. Penjelasan ilmiahnya, mengunyah akan meningkatkan detak jantung yang mengakibatkan lebih banyak oksigen dan nutrisi yang dipompa ke otak. Pada akhirnya, proses ini akan merangsang bagian otak yang berhubungan dengan daya ingat.

Mengurangi ketegangan. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, mengunyah permen karet dapat mengurangi ketegangan. Permen karet juga disediakan untuk tentara AS yang sedang bertugas, sejak Perang Dunia I hingga kini. Para atlet juga terlihat selalu mengunyah permen karet pada saat berlatih atau bertanding.

Melangsingkan. Bagaimana mungkin? Mungkin saja. Menurut penelitian yang dilakukan di Glasgow Caledonian University di Inggris, mereka yang mengunyah permen karet setelah makan akan mengonsumsi lebih sedikit kalori saat jam makan berikutnya. Selain itu, sebatang permen karet hanya mengandung 5-10 kalori, dan mengunyahnya selama satu jam dapat membakar 10 kalori.

Namun, tak berarti hanya dengan mengunyah permen karet otomatis tubuh menjadi langsing. Pengaturan makan dan olahraga tetap merupakan kunci suksesnya diet Anda.

From : Kompas.com

Friday, February 13, 2009

Daripada di jus, diblender saja!

MEMANG baik memberikan jus buah kepada anak, lebih baik lagi jus buah segar. Apalagi kalau diblender, bukan dijus, karena anak-anak sekaligus mendapatkan serat, bukan hanya vitamin dari buah itu.

Buah termasuk kelompok makanan dalam piramida makanan. Walau konsumsi harian yang diperlukan tidak terlalu banyak, buah kaya akan zat gizi, terutama vitamin dan mineral. Sayang, tak semua anak menyukai buah-buahan. Anak-anak umumnya enggan mengunyah apel, pisang, jeruk, atau jenis lainnya. Bisa dibilang, buah tidak termasuk kelompok makanan favorit anak.

Perlu waktu cukup lama bagi anak untuk suka mengonsumsi buah. Lain halnya dengan minuman rasa buah, anak biasanya suka. Rasa manis yang keluar dari minuman beraroma buah itu lebih memikat daripada jus buah asli.

Memberikan jus buah dalam kemasan boleh-boleh saja, apalagi yang mencantumkan 100 persen buah asli. “Tetapi, hal itu tidak sepenuhnya tepat,” ujar Dr. Dida Gurnida, Sp.A, MKes., spesialis nutrisi dan metabolik anak dari RS Hasan Sadikin Bandung.

Tidak dapat dipungkiri, banyak orang salah mengira telah minum atau memberikan anak-anak jus buah tertentu. Padahal, yang diberikan hanya rasa atau esense buah tersebut. Terlebih lagi, kata Dr. Dida, minuman jus buah atau jus “rasa” buah yang sudah dikemas tersebut menggunakan bahan pengawet. Hanya sedikit produk jus yang tidak menggunakan bahan pengawet. Teknologi pengemasan memang memungkinkan suatu produk tidak memakai pengawet.

Terlepas dari masalah tersebut, lebih baik berikan jus buah segar yang diproses langsung, lebih-lebih jika diblender. “Karena masih ada seratnya,” tambah Dr. Dida.

Proses jus ataupun blender sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan konsumsi buah bagi anak. Orangtua yang mengalami kesulitan saat memberikan buah kepada anak, bisa menyiasatinya dengan memblender atau membuat jus dari bahan aneka buah yang menjadikan rasanya lebih enak dan menarik. Sebaiknya, saat memblender, tidak memberi tambahan gula karena buah sudah mengandung gula buah.

Manfaat lain yang juga diperoleh dari memproses buah secara langsung adalah kandungan zat gizi yang terdapat di dalamnya masih cukup baik. Proses pengemasan bisa membuat zat gizi yang terkandung di dalamnya ikut menurun.

Kupas Kulitnya
Dalam buku The Family Nutrition Book karya William Sears, MD, dan Martha Sears, RN, terdapat beberapa saran sebelum buah diblender ataupun dijus.
1. Kulit buah dan sayur biasanya mengandung zat gizi yang baik, meski kadang tidak terlalu aman karena mungkin masih mengandung pestisida. Yang terbaik adalah mengupas buah dan sayur bukan organik, untuk mengurangi pestisida masuk ke dalam tubuh.
2. Saat mengupas jeruk, jangan bersihkan bagian putihnya karena mengandung bioflavonoid.
3. Kupas segala jenis buah dan sayur yang telah mengalami proses pelilinan.
4. Secara umum, sebaiknya buang biji buah terlebih dahulu sebelum dijus ataupun diblender. Namun, biji jeruk, melon, maupun anggur, masih bisa disertakan saat diblender ataupun dibuat jus.
5. Minumkan secara perlahan. Meminum terlalu cepat dan tergesa-gesa akan membuat pencernaan terganggu. Minumkan dalam jumlah kecil agar saluran cerna anak terbiasa dengan jenis jus yang baru. Dan biarkan sedikit waktu bagi usus untuk mencernanya.

Kebanyakan jus bisa diare
Mengonsumsi terlalu banyak jus buah menyumbang peningkatan kejadian anak kelebihan berat badan atau overweight. Begitu pernyataan yang dikeluarkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) tahun 2001. Kegemukan di masa kanak-kanak telah menjadi masalah epidemik. Satu dari empat anak di AS mengalami kelebihan berat badan atau berisiko overweight.

Banyak orangtua yang mengatur asupan makan anak supaya tidak mengalami berat badan berlebih, tetapi mereka lupa dengan minuman yang masuk dalam mulut anak. Susan S. Baker, MD, Ph.D, Ketua Komite Gizi AAP, mengingatkan pentingnya memperhatikan asupan berlebih jus buah.

“Banyak orangtua tidak menyadari bahwa jus buah mengandung gula dan kalori berlebih. Padahal, zat gizinya relatif sedikit. Akibatnya, anak-anak yang mengonsumsi jus sepanjang hari akan mengalami penurunan zat gizi esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan tubuhnya,” ujar Susan.

Menurut laporan AAP, kebanyakan jus buah kemasan tidak mengandung zat gizi yang signifikan selain vitamin C. Zat gizi yang paling banyak ditemui adalah karbohidrat, baik sukrosa, fruktosa, maupun bentuk gula lainnya.

Bila dikonsumsi dalam jumlah banyak, gula yang diasup tersebut bisa menimbulkan diare, nyeri perut, perut kembung, dan kentut. Belum lagi kebanyakan jus kemasan juga tidak mengandung serat ataupun menawarkan manfaat zat gizi yang didapat dari buah secara keseluruhan.

Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bayi yang mengonsumsi terlalu banyak jus bisa berakibat kekurangan zat gizi karena jus akan menggantikan ASI ataupun susu formula. Jus yang bukan benar-benar berasal dari 100 persen buah asli biasanya mengandung pemanis tambahan, rasa, dan bahan lain.

Meski jus buah yang berasal dari 100 persen buah menjadi bagian dari diet sehat anak, konsumsi berlebihan tetap akan berhubungan dengan malanutrisi, diare, sakit perut, maupun kerusakan gigi. Oleh sebab itu, AAP merekomendasikan asupan jus buah dibatasi hanya setengah gelas per hari untuk anak berusia 1-6 tahun dan satu gelas untuk mereka yang berumur 7-18 tahun.

Diana Yunita Sari

From : kompas.com

Friday, December 19, 2008

Misteri di balik tindihan

Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.

Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Kurang Tidur
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).

Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar(saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Jangan Anggap Remeh
Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.

Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.

Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

From : kompas.com